Showing posts with label Kelebihan Ayat Al-Quran. Show all posts
Showing posts with label Kelebihan Ayat Al-Quran. Show all posts

03 July 2013

Kisah Qarun Menurut Al Quran


Allah swt berfirman,

”Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: ‘Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri’. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

 Qarun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.” ”Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar.” Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu. berkata: “Aduhai. benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (ni`mat Allah).” Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Qashash: 76-83)

Qarun adalah sepupu Nabi Musa, anak dari Yashar adik kandung Imran ayah Musa. Baik Musa maupun Qarun masih keturunan Yaqub, karena keduanya merupakan cucu dari Quhas putra Lewi, Lewi bersaudara dengan Yusuf anak dari Yaqub, hanya berbeda ibu. Silsilah lengkapnya adalah Qarun bin Yashar bin Qahit/Quhas bin Lewi bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim, berkebangsaan Israel, dan bukan berasal dari suku Qibthi (Gypsy, bangsa Mesir).

Awal kehidupan Qarun sangatlah miskin dan memiliki banyak anak. Pada suatu kesempatan ia meminta Musa untuk mendoakannya kepada Allah SWT, yang ia pinta adalah kekayaan harta benda, dan akhirnya permintaan tersebut dikabulkan oleh Allah SWT.

Namun sayang setelah keinginanya terwujud, Qarun mempergunakan hartanya dalam kesesatan, kezaliman dan permusuhan dan membuatnya menjadi orang yang sombong. Hal ini merupakan musibah dan bencana bagi kaum kafir dan lemah di kalangan Bani Israil.

Seperti yang disiyaratkan oleh ayat-ayat diatas dalam memandang Qarun dan harta kekayaannya, Bani Israil terbagi atas dua kelompok.

Pertama adalah kelompok orang yang beriman kepada Allah dan lebih mengutamakan apa yang ada di sisi-Nya. Karena itu mereka tidak terpedaya oleh harta Qarun dan tidak berangan-angan ingin memilikinya. Bahkan mereka memprotes kesombongan, kesesatan dan kerusakannya serta berharap agar ia menafkahkan hartanya di jalan Allah dan memberikan kontribusi kepada hamba-hamba Allah yang lain.

Kedua adalah kelompok yang terpukau dan tertipu oleh harta Qarun karena mereka telah kehilangan tolok ukur nilai, landasan dan fondasi yang dapat digunakan untuk menilai Qarun dan hartanya. Mereka menganggap bahwa kekayaan Qarun merupakan bukti keridhaan dan kecintaan Allah kepadanya, dan mereka berangan-angan ingin bernasib seperti itu.

Qarun mabuk dan terlena oleh melimpahnya darta dan kekayaan. Semua itu membuatnya buta dari kebenaran dan tuli dari nasihat-nasihat orang mukmin. Ketika mereka meminta Qarun untuk bersyukur kepada Allah atas segala nikmat harta kekayaan dan memintanya untuk memanfaatkan hartanya dalam hal yang bermanfaat, kabaikan dan hal yang halal karena semua itu adalah harta Allah, ia justru menolak seraya mengatakan “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku”

Akibat kesombongannya ini berlakulah sunnatullah atasnya dan murka Allah menimpanya. Hartanya menyebabkan Allah murka, menyebabkan dia hancur, dan datangnya siksa Allah. Maka Allah membenamkan harta dan rumahnya ke dalam bumi, kemudian terbelah dan mengangalah bumi, maka tenggelamlah ia beserta harta yang dimilikinya dengan disaksikan oleh orang-orang Bani Israil. Tidak seorangpun yang dapat menolong dan menahannya dari bencana itu, tidak bermanfaat harta dan kekayaannya.

Tempat Qarun ditenggelamkan bersama dengan harta dan pengikutnya telah menjadi danau yang dikenal sebagai Danau Qarun atau dalam bahasa Arab Bahirah Qarun. Yang tersisa hanya puing-puing istana Qarun yang teletak di daerah Al Fayyum, Mesir.

Tatkala Bani Israil melihat bencana yang menimpa Qarun dan hartanya, bertambahlah keimanan orang-orang yang beriman dan sabar. Adapaun mereka yang telah tertipu dan pernah berangan-angan seperti Qarun, akhirnya mengetahui hakikat yang sebenarnya dan terbukalah tabir, lalu mereka memuji Allah karena tidak mengalami nasib seperti Qarun. Mereka berkata, “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah).”

28 February 2013

Cara Nabi Muhammad S.A.W perangi Syaitan



Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Muhammad S.A.W, beliau bersabda:

"Semalam jin ifrit muncul kemudian meloncatku dengan tujuan memotong solatku, namun Allah berkenan memberiku kemampuan untuk menahannya. Ketika aku ingin mengikatnya di salah satu tiang masjid hingga kalian semua bisa melihatnya, aku teringat doa saudaraku, Nabi Sulaiman AS, 

"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku" (Surah Shaad [38] :35)

"Oleh kerana itu, aku membiarkan pergi menjauh." (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Abu Ad-Dardu'RA, ia berkata,"Suatu ketika Rasulullah S.A.W bangkit melaksanakan solat, lalu kami dengar beliau berdoa,

"Aku berlindung kepada Allah darimu,aku kutuk kau dengan kutukan Allah!" sebanyak 3 kali. Beliau lantas menghulurkan tangannya seolah-olah hendak meraih sesuatu. Selesai beliau solat, kami pun bertanya, "Kami lihat pada waktu solat engkau mengucapkan sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya, lalu kami lihat engkau menghulurkan tangan.(Ada apa gerangan?)" Beliau menjawab,

"Tadi musuh Allah, Iblis, datang membawa binatan berapi dan meletakkanya dihadapan wajahku. Oleh kerana itu, aku segera membaca, "Aku berlindung kepada Allah darimu, sebanyak 3 kali. Kemudian aku membaca, Aku melaknati dirimu dengan laknat Allah yang sempurna. "Namun ia belum mundur juga setelah aku membacanya sebanyak tiga kali, maka aku bermaksud menangkapnya. Demi Allah, jika bukan kerana doa saudara kami, Nabi Sulaiman, nescaya ia sudah terikat dan menjadi mainan anak-anak kecil penduduk Madinah"." (HR. Muslim dan An-Nasa'i)

Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri RA, ia mengatakan bahawa suatu ketika Rasulullah S.A.W bangun dari tidur, lalu beliau solat Subuh. Saat itu aku berada di belakang beliau. Beliau kemudian membaca bacaan solat namun bacaan beliau kacau balau. Selesai solat beliau bersabda:

"Andai kamu melihatku ketika iblis datang mengangguku, aku meraihnya dengan tanganku, kemudian aku terus mencekiknya sampai aku rasakan dingin liurnya di kedua jariku ini, ibu jari dan jari sebelahnya(jari telunjuk). Kalau bukan kerana teringat doa saudaraku, Sulaiman, nescaya ia sudah terikat di salah satu tiang masjid dan menjadi mainan anak-anak kecil madinah. Oleh kerana itu, barangsiapa diantara kamu boleh membuat dirinya dan kiblat tidak terhubungi oleh seseorang, maka lakukanlah." (HR Ahmad)

Diriwayatkan dari Abu At-Tayyah, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Aburrahman Bin Khanbats RA yang saat itu telah berusia lanjut," Apakah engkau pernah bertemu Rasulullah S.A.W?" Ia menjawab, "Ya". Kemudian aku bertanya lagi," Apa yang diperbuat Rasulullah S.A.W pada malam beliau diperdaya oleh jin?" Ia menjawab, "Malam itu syaitan-syaitan turun dari lembah dan bebatuan karang, mengelilingi Rasulullah S.A.W. Di antara mereka ada seekor syaitan yang memegang bara api yang ingin membakar wajah Rasulullah S.A.W. Jibril lalu segera turun mendatangi beliau lantas berseru, " Hai Muhammad, ucapkanlah!" Beliau membalas, apa yang harus aku ucapkan? Jibril berkata, "Katakanlah,

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhlur yang diciptakan, dijadikan dan dititahkanNya. Aku juga berlindung dan kejahatan yang turun dari langit dan kejahatan yang naik ke langit, serta kejahatan fitnah-fitnah siang dan malam dan dari kejahatan setiap malam kecuali malam yang mendatangkan kebaikan, wahai Tuhan Maha Pengasih." "Api itu pun langsung padam dan Allah benar-benar telah mencundangi mereka" (HR. Ahmad)

Pelindung Diri Dari Bahaya Sihir Dengan Ayat Al-Quran


Terapi yang paling ampuh dan penting adalah membentengi diri dengan zikir serta doa yang sesuai dengan tuntutan Al-Quran dan hadis. Di antara zikir dan doa tersebut adalah :

a. Membaca Ayat Kursi setiap habis solat fardhy, setelah bacaan-bacaan zikir yang disyariatkan selepas salam. Baik juga bila dibaca menjelang tidur. Ayat Kursi ini merupakan ayat teragung didalam Al-Quran, iaitu:



Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya mentadbirkan (sekalian makhlukNya). Yang tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisiNya melainkan dengan izinNya. yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya). Luasnya Kursi Allah (ilmuNya dan kekuasaanNya) meliputi langit dan bumi; dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dia lah Yang Maha Tinggi (darjat kemuliaanNya), lagi Maha Besar (kekuasaanNya) (Al Baqarah [2] :255)

b. Membaca

Katakanlah (wahai Muhammad): "(Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa. Allah Yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang hajat. Ia tiada beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan.Dan tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya". (Al-Ikhlas [112] : 1-4)


Katakanlah (wahai Muhammad); "Aku berlindung kepada (Allah) Tuhan yang menciptakan sekalian makhluk. Dari bencana makhluk-makhluk yang Ia ciptakan. Dan dari bahaya gelap apabila ia masuk (Al Falaq [113]: 1 - 5)



Katakanlah (wahai Muhammad): "Aku berlindung kepada (Allah) Pemulihara sekalian manusia. Yang Menguasai sekalian manusia. Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia. (An-Nas [114]: 1-6)

Setiap habis solat fardhu, ditambah membaca ketiganya sebanyak 3x pada waktu permulaan siang atau setelah solat Zuhur dan permulaan malam atau setelah solat Maghrib.


c. Membaca 2 ayat terakhir surah Al-Baqarah pada waktu permulaan malam (setelah solat Maghrib) iaitu, 



Rasulullah telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan juga orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, dan Malaikat-malaikatNya, dan Kitab-kitabNya, dan Rasul-rasulNya. (Mereka berkata): "Kami tidak membezakan antara seorang dengan yang lain Rasul-rasulnya". Mereka berkata lagi: Kami dengar dan kami taat (kami pohonkan) keampunanMu wahai Tuhan kami, dan kepadaMu jualah tempat kembali".

Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): "Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir". (Al Baqarah [2] : 285-286)

Dalam sebuah hadis sahih disebutkan bahawa Nabi Muhammad S.A.W bersabda:

"Barangsiapa membaca Ayat Kursi pada malam hari, maka Allah akan selalu menjaganya dan syaitan tidak akan mampu mendekatinya sehingga pagi."

Nabi Muhammad S.A.W bersabda :

"Barangsiapa membaca dua ayat terakhir surah AL-Baqarah, maka keduanya akan melindunginya (daripada segala kejahatan dan keburukan)."

14 October 2012

Fadilat Membaca Ayat Kursi



Kursi adalah seutama-utama ayat dalam Al-Quran. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyuruh kita mengamalkan membaca surah Kursi. Fadhilat dan kehebatanayat ini telah diterangkan dalam 99 hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan lain-lain. Antaranya adalah:

1. Orang yang selalu membaca ayat Kursi dicintai dan dipelihara Allah sebagaimana Dia memelihara Nabi Muhammad SAW.

2. Sesiapa berwudhuk lalu membaca ayat Al-Kursi sekali, nescaya Allah akan meninggikan darjatnya setinggi 40 darjat dan Allah akan mendatangkan paramalaikat menurut bilangan hurufnya, seraya berdoa untuk sipembaca sehinggalah ke hari Qiamat.

3. Sesiapa membaca Al-Qursi sebelum keluar rumah, maka Allah mengutuskan 70 000 Malaikat kepadanya, mereka semua memohon keampunan dan mendoakan untuknya.

4. Sesiapa sentiasa membaca ayat Al-Kursi, nescaya Allah akan kurniakan kepada ahli rumahnya kebaikkan yang tidak terhitung banyaknya.

5. Membacanya dapat menghilangkan rasa marah, dijauhi bala bencana dan gangguan syaitan.

6. Sesiapa membacanya ketika dalam kesempitan nescaya Allah azza wa jalla akan memberikan pertolongan kepadanya dan jika seseorang itu miskin akan menjadi kaya.

7. Sesiapa pulang ke rumahnya serta membaca ayat Kursi, Allah hilangkan segalakefakiran didepan matanya.

8. “Sesiapa dikalangan umatku yang membaca ayat Kursi 12 kali pada pagi Jumaat, kemudian berwuduk dan solat sunat dua rakaat, Allah memelihara daripada kejahatan syaitan dan kejahatan pembesar.”

9. Sesiapa membacanya nescaya Allah mengutuskan malaikat untuk menulis kebaikannya dan menghapuskan keburukannya dari detik itu sampai esok hari,

10. Ayat Kursi yang dibaca dengan penuh khusyuk, InsyaAllah, boleh menyebabkan syaitan dan jin terbakar.

11. Sesiapa membaca ayat Al-Kursi sebanyak 170 kali:
     1.Di tengah malam atau  dikuti solat Hajat, Insya Allah berhasil hajatnya.
     2.Memperolehi hidayah dan petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
     3.Meningkatkan kecerdikan dan terang hati.
     4.Terlepas dari masalah dan kesukaran serta dimudahkan rezeki dan cita-cita.
.
12.   Sesiapa membaca ayat Al-Kursi dengan khusyuk setiap kali selepas solat fardhu, ia akan;
1.Berada dalam lindungan Allah hingga solat yang lain dan terpelihara daripada tipudaya dan ganguan syaitan.
2. Allah menganugerahkannya hati-hati orang yang bersyukur, setiap perbuatan orang yang benar, pahala para nabi juga dilimpahkan padanya rahmat.
3.Allah akan mengambil rohnya seperti orang yang berperang bersama para nabi sehingga mati syahid.
4.Terpelihara dari kekerasan malaikat maut dan dibangkitkan bersama para Mujahid yang berjihad beserta para Anbiya.
5.Allah Azza Wa Jalla tidak menegah akan dia daripada masuk syurga.
6.Dikurniakan pahala seumpama pahala orang yang muttaqin dan pahala balasan amal orang-orang siddiqin iaitu syurga.
.
13.  Sesiapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya;
1.Allah SWT. mewakilkan dua Malaikat memeliharanya dan menjaga selama tidurnya hingga subuh.
2.Allah akan membuka pintu rahmat baginya hingga ke Subuh, dan mengurniakan kota nur menurut bilangan rambut dibadannya.
3.Terselamat dari kecurian, kebakaran dan kekaraman.
4.Allah mengurniakan keselamatan kepadanya dan jiran- jirannya.
5.Jika sipembacanya meninggal dunia pada malam itu, ia dikira mati syahid.
.
14.  Mereka yang beramal dengan bacaan ayat Kursi akan;
1.Mendapat pertolongan serta perlindungan Allah daripada gangguan serta hasutan syaitan.
2.Terhindar daripada pencerobohan pencuri. Ayat Kursi menjadi benteng yang kuat menyekat pencuri daripada memasuki rumah.
3.Allah akan memberikan keselamatan ketika dalam perjalanannya.

10 September 2012

Bacalah Ayat Kursi Sebelum Tidur

Nabi saw. bersabda, "Apabila kamu masuk ke tempat tidurmu, maka bacalah ayat Kursi 'Allahu La Ilaha Illa Huwal Hayyul Qayyum', sehingga habis ayat ini. Maka sesungguhnya, akan sentiasa ada penjaga dari Allah untuk kamu dan syaitan tidak akan dapat mendekati kamu sehingga pagi". (HR Bukhari)



Terjemahan :
Allah, tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya mentadbirkan sekelian makhlukNya. Yang tidak mengantukdan tidak tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi pertolongan melainkan dengan izinNya. Yang Mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya). Luasnya Kursi Allah (ilmuNya dan kekuasaanNya) meliputi langit dan bumi dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dialah Yang Maha Tinggi (darjat kemuliaanNya), lagi Maha Besar (kekuasaanNya). (al-Baqarah ayat 255)