Hadis Sahih Muslim 4/129
Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu 2 perkara yang sekiranya kamu berpegang dengan teguh dan mengikuti kedua-duanya, nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itu adalah Al-QURAN dan SUNNAHKU - Khutbah Terakhir Nabi Muhammad S.A.W
02 June 2013
Sebaik-baik Kenikmatan Dunia Adalah Isteri Yang Solehah
Tidurnya Orang Junub Sebelum Mandi
Dari Abdullah bin Abu Wais, dia berkata, "Saya pernah bertanya kepada Aisyah r.a. tentang solat witir Rasulullah s.a.w,{dia menyebutkan sebuah hadis}. Aku bertanya kembali,"Bagaimana mandi junub dilakukan oleh Rasulullah, apakah baginda mandi terlebih dahulu sebelum tidur atau tidu (dahulu) sebelum mandi?" Aisyah menjawab,"Semua pernah dilakukan oleh baginda. Baginda pernah mandi sebelum tidur, juga pernah berwuduk {tanpa mandi} kemudian tidur." Aku mengucapkan, "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan keluasan dalam persoalan ini."
Syafaat
Dari Abu Hurairah r.a. dia berkata, "Pada suatu hari Rasulullah s.a.w disediakan daging, iaitu daging paha yang sangat baginda sukai, maka baginda memakannya, lalu bersabda, "Aku adalah pemimpin umat manusia pada hari kiamat. Apakah kalian mengerti mengapa demikian? Pada hari kiamat Allah mengumpulkan semua manusia di satu tempat, lalu mereka mendengar suara penyeru dan pandanganpun tidak terhalang serta matahari pun sangat dekat."' Manusia pada saat itu mengalami kekalutan dan kesulitan yang tidak mampu mereka pikul, maka di antara mereka saling berkata, ""Tidakkah kamu tahu apa yang kamu alami?" Tidakkah kamu tahu apa yang telah menimpamu? Tidakkah kamu mencari orang yang boleh memohon syafaat kepada tuhanmu untuk (menyelamatkan)mu? Sebahagian mereka berkata kepada yang lainnya, "Datangilah Adam."
Lalu mereka mendatangi Adam dan berkata, "Hai Adam! Engkaulah bapa manusia (Abu al-Basyar), Allah telah menciptakanmu dengan kekuasaan-Nya. Lalu Dia meniupkan sebahagian roh-Nya ke dalam dirimu, dan memerintahkan para malaikat (agar bersujud kepadamu), sehingga mereka bersujud kepadamu, maka mintakan syafaat kepada Tuhanmu untuk (menyelamatkan) kami, tidakkah engkau tahu apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau tahu apa yang telah menimpa kami?' Adam menjawab, 'Sesungguhnya Tuhanku pada hari ini murka tiada tara, yang belum pernah terjadi sebelum dan (tidak akan terjadi) sesudahnya, dan sesungguhnya TuhanKu pernah melarangku mendekai suatu pohon (dulu di syurga), tetapi aku melanggarnya (dengan mendekati pohon itu), alangkah hinanya diriku, alangkah hinanya diriku sendiri, pergilah kalian kepada para nabi selain aku, pergilah ke Nuh.'
Maka mereka mendatangi Nuh a.s. lalu berkata,'Wahai Nabi Mud a.s.! Engkau Rasul pertama yang diutus dimuka bumi, dan Allah menggelarimu 'abdan syukuraa' (hamba yang pandai bersyukur), maka mintakan syafaat kepada Tuhanmu untuk kami. Tidakkah engkau tahu apa yang kami alami? Tidakkah engkau apa yang telah menimpa kami?' Nuh menjawab, 'Sesungguhnya Tuhanku pada hari ini murka tiada tara, yang belum pernah terjadi sebelum dan (tidak akan terjadi sesudahnya, dan sungguh dulu aku mempunyai doa yang aku pergunakan untuk menghancurkan kaumku, alangkah hinanya diriku, alangkah hinanya diriku, pergilah ke Ibrahim a.s.'
Lalu mereka mendatangi Ibrahim dan mengatakan, 'Engkau adalah Nabiyullah dan kekasih-Nya dari penduduk bumi, maka mohonlah syafaat kepada Tuhanmu untuk kami. Tidakkah engkau tahu apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau tahu apa yang telah menimpa kami?'Ibrahim menjawab,'Sesungguhnya Tuhanku pada hari ini murka tiada tara, yang belum pernah terjadi sebelum dan (tidak akan terjadi sesudahnya.' Ibrahim menuturkan dusta yang telah dialaminya (ketika dia menghancurkan berhala). Ibrahim berkata, 'Alangkah hinanya diriku, alangkah hinanya diriku. Pergilah ke para Nabi selain aku, pergilah ke Musa a.s.'
Kemudian mereka mendatangi Musa a.s., dan berkata, 'Wahai Musa! Engkau adalah Rasul Allah. Dia telah memberimu keutamaan dengan risalah-Nya dan takliim-Nya (kominikasi langsung dengan Allah) kelebihanmu melebihi manusia lain, maka mintakan syafaat kepada Tuhanmu untuk kami! Tidakkah engkau tahu apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau tahu apa yang telah menimpa kami?' Musa menjawab,'Sesungguhnya Tuhanku pada hari ini murka tiada tara, yang belum pernah terjadi sebelum dan (tidak aka nterjadi) sesudahnya. Sesungguhnya aku telah membunuh seorang yang tidak diperintahkan untuk membunuhnya. Alangkah hinanya diriku, alangkah hinanya diriku. Pergilah ke Isa a.s.'
Lalu mereka mendatangi Isa a.s., dan berkata,"Wahai Isa! Engkau adalah utusan Allah. Engkau telah bicara kepada manusia ketika engkau masih dalam buaian. (Engkau wujud atas perintah-Nya yang disampaikan kepada Maryam dan dengan tiupan roh dari-Nya, maka mintakan syafaat kepada Tuhanmu untuk kami. Tidakkah engkau tahu apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau tahu apa yang telah menimpa kami?' Isa menjawab, 'Sesungguhnya Tuhanku pada hari ini murka tiada tara, yang belum pernah terjadi sebelum dan (tidak akan terjadi) sesudahnya. (Isa menyebutkan dosanya yang pernah dialaminya.) Isa berkata,'Alangkah hinanya diriku, alangkah hinanya diriku. Pergilah ke Muhammad s.a.w.'
Kemudian mereka mendatangiku dan berkata,'Wahai Muhammad! Engkau adalah utusan Allah sekaligus penutup para nabi, dan Allah telah memberimu ampunan atas dosa yang telah engkau lakukan dan yang belum engkau lakukan, maka mintakan syafaat kepada Tuhanmu untuk kami. Tidakkah engkau tahu apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau tahu apa yang telah menimpa kami?'. Maka kemudian aku pergi mendatangi ke bawah 'Arasy lalu aku bersujud kepada Tuhanku, kemudian Allah memberiku pertolongan,, dan memberitahuku yang tidak pernah Dia berikan kepada seseorang sebelum aku, dengan segala pujian dan sanjungan yang aku berikan kepada-Nya. Kemudian Dia berfirma,'Wahai Muhammad! Angkatlah kepalamu, mintalah! Maka akan dikabulkan, mintalah syafaat! Maka kamu akan diizinkan memberi syafaat.' Lalu aku mengangkat kepalaku dan aku berkata,'Ya Tuhanku, umatku,umatku!' Dijawab,'Wahai Muhammad! Masukkanlah ke syurga umatmu yang bebas hisab dari pintu syurga sebelah kanan, dan selain mereka melalui pintu yang lain lagi."'
Demi Zat yang jiwa Muhammad berada ditangan-Nya, sesungguhnya antara dua daun pintu syurga sebanding antara Makkah dan Hajar9atau antara Makkah dan Basrah).
Muslim 1/127-129
11 May 2013
Nabi Adam A.S
Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh - tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.
Kekhawatiran Para Malaikat.
Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah s.w.t.: "Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."
Allah berfirman, menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:
"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."
Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna
.
Iblis Membangkang.
Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.
Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"
Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur."
Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.
Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.
Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:
"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."
Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.
Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:"Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam."
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."
Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepada mereka:"Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan."
Adam Menghuni Syurga.
Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"
Berkatalah Adam:"Seorang perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi."Hawa",jawab Adam."Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.
Adam menjawab:"Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."
Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini."
Iblis Mulai Beraksi.
Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.
Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.
Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."
Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami."
Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.
Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.
Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:"Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah ditentukan."
Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.
Kisah Adam dalam Al-Quran.
Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11 sehingga 25
Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.
Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.
Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf. Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.
Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.
Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.
10 May 2013
Rela Dimasukkan Ke Dalam Neraka
Suatu hari Nabi Musa a.s. sedang berjalan-jalan melihat keadaan ummatnya. Nabi Musa a.s melihat seseorang sedang beribadat. Umur orang itu lebih dari 500 tahun. Orang itu adalah seorang yang ahli ibadah. Nabi Musa a.s kemudian menyapa dan mendekatinya. Setelah berbicara sejenak ahli ibadah itu bertanya kepada Nabi Musa a.s. "Wahai Musa a.s., aku telah beribadah kepada Allah s.w.t selama 350 tanpa melakukan perbuatan dosa. Dimanakah Allah s.w.t akan meletakanku di Syurga-Nya?. Tolong sampaikan pertanyaanku ini kepada Allah s.w.t.". Nabi Musa a.s. mengabulkan permintaan orang itu. Nabi Musa a.s. kemudian bermunajat memohon kepada Allah s.w.t. agar Allah s.w.t. memberitahukan kepadanya dimana ummatnya ini akan ditempatkan di akhirat kelak.
Allah s.w.t berfirman, "Wahai Musa sampaikanlah kepadanya bahawa Aku akan meletakannya didasar Neraka-Ku yang paling dalam". Nabi Musa a.s. kemudian mengkhabarkan kepada orang tersebut apa yang telah difirmankan Allah s.w.t, kepadanya. Ahli ibadah itu terkejut. Dengan perasaan sedih ia beranjak dari hadapan Nabi Musa a.s.. Malamnya ahli ibadah itu terus berfikir mengenai keadaan dirinya. Ia juga mulai terfikir bagaimana dengan keadaan saudara-saudaranya, temannya, dan orang lain yang mereka baru beribadah selama 200 tahun, 300 tahun dan mereka yang belum beribadah sebanyak dirinya, dimana lagi tempat mereka kelak di akhirat. Keesokan harinya ia menjumpai Nabi Musa a.s. kembali.
Ia kemudian berkata kepada Nabi Musa a.s.,"Wahai Musa a.s., aku rela Allah s.w.t.Nya, akan tetapi aku meminta satu permohonan. Aku mohon agar setelah tubuhku ini dimasukkan ke dalam Neraka maka jadikanlah tubuhku ini sebesar-besarnya sehingga seluruh pintu Neraka tertutup oleh tubuhku jadi tidak akan ada seorang pun akan masuk ke dalamnya". Nabi Musa a.s. menyampaikan permohonan orang itu kepada Allah s.w.t.. Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Nabi Musa a.s. maka Allah s.w.t berfirman,"Wahai Musa, sampaikanlah kepada ummatmu itu bahawa sekarang Aku akan menempatkanya di Syurga-Ku yang paling tinggi".
Subscribe to:
Posts (Atom)


